LARAS SITA FAZA

Welcome to My Story

" Kejar terus impianmu, seakan-akan impianmu berada 5cm di depan keningmu " - 5cm Movie Tetiba teringat dengan quotes itu, ...

Tips Mendaki Kawah Ijen Untuk Pemula

By 23:42:00

"Kejar terus impianmu,
seakan-akan impianmu berada 5cm di depan keningmu" - 5cm Movie

Tetiba teringat dengan quotes itu, ya, dari situlah awalnya aku punya keinginan untuk mendaki gunung. Tapi keinginan itu selalu tertunda karena minimnya waktu dan juga kurangnya tingkat kepercayaan diri yang aku punya. Secara fisik aku bisa dibilang gendut, jarang olahraga, yang ada dipikiranku hanya "kalo naik gunung ntar yang ada gue malah nyusahin lagi" hahaha. But honestly, kalo urusan jalan kaki dan naik sepeda aku bisa dibilang kuat. Yaaa semoga itu adalah modal yang baik untuk menjadi pendaki gunung lol.

Dan akhirnya sampai pada pertengahan Februari 2017, aku diberikan kesempatan untuk merasakan hiking pertama kali ke Kawah Ijen! Excited sekaligus takut, karena aku benar-benar ga olahraga sama sekali sebelumnya *please jangan ditiru. Tapi Alhamdulillah aku berhasil naik ke puncak gunung ijen untuk melihat Kawah yang masya Allah indah banget, dengan waktu mendaki 2 jam, which is kalo kata guide ku, termasuk cepet karena normalnya ditempuh selama 3 jam. Hihi. 

Nah berhubung beberapa trip sudah pernah ku share di blog ku, kecuali ke Belitung kemarin huhu next aku akan post! *janji*. Aku juga ingin sharing ke kalian gimana sih tips ku ke Kawah Ijen? mulai dari akomodasi, transportasi, guide, persiapan dan lain-lain. Buat yang penasaran bisa dibaca sampe selesai yaaa :)

Jadi aku pergi ke kawah Ijen bersama mamaku dan juga kakakku, saat itu memang niatnya kita setelah dari Kawah Ijen lanjut ke Surabaya, makanya mamaku memilih rute ke Surabaya dulu via udara. Setelah dari Surabaya pada pukul 4 sore, kita melanjutkan perjalanan dengan sewa mobil ke banyuwangi lalu ke kawah ijen. Kita menyewa mobil untuk seharian, which is mobil itu akan mengantar kami kembali ke Surabaya setelah dari kawah Ijen, dan biaya yang kami keluarkan 1juta sudah termasuk supir dan bensin. Menurutku ini sangat worth it. Lanjut untuk estimasi dari Surabaya ke Banyuwangi sekitar 6 jam kalo lancar, setelah itu membutuhkan 1 jam untuk ke Kawah Ijen. Sedikit tips untuk kamu yang suka mabuk daratan seperti aku, aku sarankan untuk meminum Antimo atau sejenisnya terlebih dahulu. Soalnya jalanan yang akan dilalui itu ada yang berkelok-kelok dan kelokannya ga sebentar, hampir 1-2jam rutemu akan seperti itu terus jadi sangat rawan untuk pemabuk *halah. Dan harap untuk berhati-hati yaa karena kalo malam banyak sekali truk-truk besar yang juga menuju ke Banyuwangi, begitupun arah sebaliknya.

Singkat cerita, kami tiba di Banyuwangi pada pukul 1 pagi, yaa cukup sesuai estimasi karena kita start dari bandara Surabaya jam set 5, tapi sempat berhenti juga untuk makan malam. Eits, perjalanan ini belum selesai, kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen sekitar 1 jam. Saat itu aku dan kakaku sudah mulai degdegan, kira-kira kita kebagian blue fire nya gak yaa? karena itu yang paling ditunggu-tunggu oleh orang yang ingin ke Kawah Ijen! Yah pasrah sajalah.. Sembari perjalanan ke Kawah Ijen, kami juga menjemput guide kami yang tinggal tidak jauh dari lokasi tujuan. Bahas soal Ijen, sebenernya perlu ga perlu sih, supir kami menyarankan untuk tidak usah memakai guide, karena yang mendaki akan rame jadi ga mungkin tersesat. Mamaku yang tadinya hampir kehasut akhirnya mengerti kalo aku gamau kalo tanpa guide, ya prepare for the worst gaksih? Tapi ini semua balik lagi ke kamu ya, kalo sudah terbiasa mendaki, tanpa guide pun kalian bisa kok. Kami menyewa guide dengan harga 150rb, hasil nego-nego dengan guidenya. Dan dia super baik! Namanya Pak Mamat, seorang guide yang membawa perlengkapan seperti minyak kayu putih, senter, dan tadinya hampir ingin membawa kayu untuk membantu kita mendaki. Dan baiknya lagi, mereka mau membawakan semacam tote bag yang dibawa mamaku, yang isinya masker, botol minum, super baik pokoknyaaa :') Ohya untuk masuk ke Ijen, dengan bantuan guide, kami berhasil hanya membayar 10rb saja loh hihi.

Nah jadi rute untuk menuju puncak ijen itu sekitar 3km, dan track nya itu dibagi menjadi 3 step, step pertama masih landai, step kedua mulai curam sekitar 60derajat dan ini bagian tersulit sih, karna rutenya panjang banget, step ketiga meskipun masih curam cuma rute tanjakannya pendek-pendek, jadi ga terasa. Mamaku sudah mulai menyerah di step pertama karena tidak kuat dengan cuaca dinginnya. Pasti kalian ada yang berfikir "siapa suruh orang tua naik gunung", jangan salah, pagi hari jam 9 justru orang-orang lansia banyak banget yang nanjak, aku pun kageet! Nah mamaku ini sebelumnya sudah berhasil ke Dieng, mungkin memang sedang tidak fit dan udara yang cukup dingin buat mamaku jadi sesak nafas. Lalu apakah mamaku menyerah dan kembali turun? Lucunya, selama perjalanan ke puncak Ijen, banyak banget semacam gerobak kecil yang dibawa warga sana untuk mengambil belerang. Fun fact gerobak kecil itu digunakan oleh warga untuk menjadi kendaraan pengunjung yang sudah lelah mendaki. Mereka menyebutnya dengan "taxi" hahaha. Namun harga yang ditawarkan sedikit pricey  yaitu jika PP sekitar 600rb. Mamaku yang hanya ingin nanjaknya saja yang dibantu, dia menawar harga tersebut menjadi 200rb dan akhirnya mereka setuju. Jadi 1 taxi itu didorong oleh 3 orang, salut sih karena rute yang ditempuh ga gampang seperti yang aku sebut tadi perstepnya :') that's why mamaku akhirnya ga tega kalo cuma ngasih 200rb aja, dan akhirnya mamaku menambahkan sedikit untuk mereka. Dan akhirnya yang tersisa hanya aku, kakakku, dan Pak Mamat. Di step kedua aku sempat kelelahan dan ingin muntah, guidenya dengan baik memberiku minyak kayu putih, serta mengambilkan kayu untuk membantuku mendaki. Tips juga buat kalian untuk menggunakan kayu ketika mendaki, karena akan lumayan membantu. Trust me!
Sebelum memasuki step ketiga, terdapat pos pemberhentian yang dilengkapi dengan jajanan untuk mengganjal perut dan menghangatkan tubuh. Ada kopi, teh, gorengan, dan lain lain. Saat itu aku melihat mamaku menunggu kami di pos, lalu melanjutkan perjalanan lagi karena tinggal sedikit lagi sampai! Step ketiga meskipun juga curam tapi aku tidak merasa capek, karena jaraknya pendek-pendek untuk ke belokan 1 ke belokan lainnya, tidak seperti step 2 yang luar biasa melelahkan :( maafkan aku yang lemah. Daaan akhirnya kita sampai pada pukul 4, it means hanya 2 jam! Yeayy Alhamdulillah. Tujuan utama kita saat itu adalah blue fire. Namun untuk ke Blue Fire kita harus turun mendekati kawahnya, dan turunannya itu super terjal, belum lagi kalo ada orang yang berlawanan arah entah pengunjung atau orang yang membawa belerang, kita bisa saja di tabrak orang yang berlawanan arah itu. Kejadian tsb dialami oleh mamaku yang ditabrak sama orang yang memanggul belerang, padahal itupun bukan diturunannya, tapi masih di tempat normalnya. Akhirnya aku dan mama memutuskan untuk tidak turun, dan kami menunggu kakak dan guide untuk melihat blue fire. Tapi tidak lama kakak dan guide kembali lagi karena track untuk menuju blue fire sangat tidak bersahabat.
Foto penampakan Blue Fire dari Puncak Ijen
Lalu guide kami mengajak kami untuk menanjak 'sedikit' ke puncak Ijen. Saat itu kami hanya menuruti saja karena tidak banyak orang yang menanjak, kebanyakan pada fokus pada blue fire. tanjakannya tidak begitu curam, dan mamaku dengan bantuan kayu bisa mendaki sedikit demi sedikit. Dan ternyata, pemandangan dari atas jauh lebih indah dari pada kita harus turun ke kawah untuk melihat blue fire! karena pilihannya seperti ini, kalo kamu memutuskan untuk turun melihat blue fire, kemungkinan besar energi mu akan habis lalu setelah melihat blue fire, kamu sudah tidak ingin lagi pergi ke atas puncak. Pilihan kedua, kamu bisa melihat blue fire dari atas, meskipun tidak secara jelas, tapi pemandangan yang ditawarkan jauh lebih indah. Hal ini diberitahu oleh guide ku, dan terbukti dari sedikitnya orang yang berada di puncak saat itu, masih banyak dari mereka yang cukup melihat blue fire saja. Alhamdulillah, aku berfikir ini pilihan terbaik untuk kami, mengalah untuk tidak memaksakan melihat blue fire, tetapi terbayar sudah dengan pemandangan yang jauh lebih indah. Memang harus menanjak lagi, tapi seperti kata pepatah, tiada hasil yang menghianati usaha, bukan? :)
Foto bersama mama, kakak, dan guide kami :)
Setelah hampir 2 jam kami menghabiskan waktu untuk foto-foto dan beristirahat, kami akhirnya kembali turun. Pemandangan saat turun ternyata juga sangat indah, masya Allah. Tapi aku baru sadar, ternyata kalo turun malah jauh lebih sulit ya, karena kita harus menahan beban tubuh kita, dan terlebih lagi melawan track yang licin dengan tanah dan air entah bekas embun atau hujan. Kami menghabiskan waktu untuk turun sekitar 1 jam. Btw kalo kalian mau naik taxi lagi juga bisa loh! malah ada yang menawarkan 50rb saja hihi.

Ternyata benar, mendaki itu bikin ketagihan. Well, semoga aja dengan ceritaku barusan, semakin menginspirasi kalian buat yang masih kurang percaya diri untuk mencoba mendaki. Percaya deh, kalo rasa capek akan terbayar ketika kamu sudah berada di puncak nya. Goodluck! :)

foto track menuju puncak Ijen



You Might Also Like

3 comments

  1. hi boleh minta info kontak Pak Mamat nya, karena rencana mau ke ijen juga?

    ReplyDelete
  2. 082140553354
    Butuh kendaraankendaraan ,Resto, Cafe, Homestay, rencana wisata? Guide LokaLokal Banyuwangi ?
    Hubungi kami di WA 082140553354

    ReplyDelete